Peran
Babinsa dan PKK dalam Edukasi Sosialisasi Kusta
Selama ini kusta masih menjadi momok masyarakat dengan
berbagai stigma yang ada. Di Indonesia sendiri, terdapat lebih dari 18 ribu kasus
dan menjadi yang tertinggi nomor 3 di dunia.
Dengan banyaknya kasus kusta, banyak pihak harus lebih
peduli baik dari warga masyarakat sendiri dan pihak lain yang terkait. Langkah
utama dengan edukasi, sosialisasi dan pemahaman yang benar apa itu kusta.
Babinsa dan PKK menjadi 2 bagian dari masyarakat yang support
penuh untuk meminimalisir kusta agar lebih tersosialisasikan ke warga.
Live Streaming Gaung
Kusta Bersama Babinsa dan PKK
Pemahaman akan kusta lebih spesifik dengan adanya Live
Streaming yang diselenggarakan oleh NLR Indonesia dan KBR pada Rabu, 14 Juni
2023.
Acara yang berlangsung seru pukul 09.00 hingga 10.00
WIB itu membahas Tema Gaung Kusta Bersama Babinsa dan PKK.
Keseruan live oleh host Rizal Wijaya dengan berbagai
pertanyaan cerdas akan kusta dan OYPMK (Orang yang Pernah Mengalami Kusta).
Kusta adalah salah satu penyakit yang menimbulkan
disabilitas. Di Indonesia sendiri terdapat 6,6 orang penderita tiap 1 juta
penduduk. Sedangkan target pemerintah adalah 1 orang per 1 juta penduduk.
Angka yang masih sangat jauh tapi tetap dapat
terkondisikan jika semua peduli akan kusta. Untuk menggaungkan pemahaman akan
kusta, terdapat roadshow tentang kusta oleh NRL Indonesia salah satunya di
Slawi, Tegal.
Narasumber live streaming kali ini adalah bagian dari
roadshow sehingga memberi banyak pengalaman baru. Beliau adalah Kapten Inf
Shokib Setiaji sebagai Pasiter Kodim 0712/Tegal dan Elly Novita, S.KM, MM
sebagai Wakil Ketua Pokja 4, TP PKK Kab. Tegal.
Gaung KUsta bersama Babinsa dan PKK persembahan NLR Indonesia dan KBR
Untuk diketahui jika Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) adalah bagian dari masyarakat yang memiliki pengaruh besar.
1. Kapten Inf Shokib
Setiaji, Pasiter Kodim 0712/Tegal
Acara roadshow pada tanggal 1 Juni 2023 memberi
pengetahuan baru yang dihadiri oleh Babinsa, Kamtibmas Polres Tegal, ibu-ibu
PKK serta komunitas lainnya.
Kemasan metode roadshow berbeda dari yang lain untuk menarik
minat dan mendengarkan ilmu baru akan kusta. Selain memberi wawasan luas, perlu
adanya edukasi dan sosialisasi pada masyarakat agar mengenal lebih jauh tentang
kusta.
2. Elly Novita, S.KM,
MM, Wakil Ketua Pokja 4, TP PKK Kab. Tegal
Ibu-ibu PKK sangat senang mendapatkan arahan akan
kusta terutama yang masih sangat awam. Informasi yang didapat menjadi bekal
untuk disampaikan pada masyarakat. Tak terkecuali cara mencegah dan penanganan
terbaiknya.
Ada pula acara senam bersama yang menyehatkan badan
dan memberi kesenangan luar biasa pada ibu-ibu PKK yang hadir.
Babinsa dan PKK memang ujung tombak yang selalu
berhubungan dengan warga termasuk dalam sosialisasi kusta.
Kendala Penanganan
Kusta di Masyarakat
Sejauh ini kusta seolah diabaikan padahal butuh
bimbingan bagi para OYPMK. Sebetulnya ada beberapa kendala terkait penanganan
kusta pada masyarakat. Menurut Ibu Elly, kendala tersebut antara lain:
Ibu Elly Novita, S.KM, MM sebagai Wakil Ketua Pokja 4, TP PKK Kab. Tegal
1. Anggapan Keliru Kusta
sebagai Penyakit Kutukan
Stigma yang beredar di masyarakat adalah kusta sebagai
penyakit kutukan dan penuh dosa padahal tidak sama sekali. Ada pula yang
beranggapan jika bersentuhan dengan penderita kusta langsung tertular dan itu juga
stigma yang keliru.
2. Adanya Berita
Hoaks
Berita hoaks atau yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
tentang kusta membuat sebagian masyarakat takut dan pemicu menghidnari OYPMK.
Berita hoaks ini harus ditepis agar tidak merembet ke hal negatif lainnya.
3. Tidak Ada Evaluasi
Meskipun ada sosialisasi dan edukasi, belum maksimal
akan evaluasi. Artinya bagaimana pemahaman masyarakat akan kusta apakah sudah
paham betul atau hanya wacana saja.
Kendala ini membuat stigma negatif kusta semakin
banyak. Bahkan ada pula yang malu jika
disuruh berobat dan lain sebagainya.
Peran dan Strategi Babinsa
dan PKK untuk OYPMK
Dengan berbagai kendala yang ada perlu adanya
penanganan secara kondusif. Babinsa dan PKK memiliki peran penting agar edukasi
dan sosialisasi kusta berjalan maksimal.
Kapten Inf Shokib Setiaji sebagai Pasiter Kodim 0712/Tegal
1. Babinsa Melakukan
Koordinasi dengan Dinas Terkait
Peran Babinsa sebagai aparat kewilayahan selalu melakukan
koordinasi dinas yang terkait seperti Dinas Kesehatan.
Babinsa berada di tengah masyarakat baik warga, tenaga
kesehatan, kader kesehatan dan lainnya. Terdapat acara mengumpulkan warga untuk
edukasi kusta.
2. Babinsa Melakukan Pendampingan
Peran yang sangat penting dari Babinsa dengan
melakukan pendampingan langsung ke masyarakat. Pendampingan bertujuan
mengetahui warga yang malu jika berobat terlebih yang memiliki penyakit kusta
dan yang berhubungan dengan kusta.
3. PKK Memaksimalkan Pamong
Desa
Keterlibatan pamong desa secara formal dan informal.
Mengawal jika ada OYPMK agar bisa diterima dengan baik oleh warga.
4. PKK Memaksimalkan
Tokoh Masyarakat
Bagaimanapun juga peran tokoh masyarakat sangat
penting sebab masyarakat lebih percaya akan orang yang dianggap sesepuh. Dengan
menggandeng tokoh masyarakat edukasi dan sosialisasi kusta bisa optimal.
5. PKK Menggandeng
Organisasi Kepemudaan dan Keagamaan
Langkah PKK dengan menggandeng organisasi kepemudaan dan
keagamaan agar pembelajaran akan kusta lebih luas. Jadi dari semua lapisan
masyarakat dapat bergerak bersinergi secara bersama-sama.
Strategi peran Babinsa dan PKK memang penting agar
warga tahu lebih mendalam tentang kusta. Sosialisasi terbaik dengan
memaksimalkan peran serta masyarakat secara menyeluruh.
Penutup
Baik Babinsa dan PKK memiliki peran besar dalam OYPMK.
Babinsa punya metode teritorial, pembinaan dengan komunikasi sosial di warga
binaan dan wilayah.
Koramil melakukan kegiatan lintas sektoral membahas
seluruh masyarakat tak terkecuali kesehatan.
Sedangkan PKK menggandeng banyak organisasi keagamaan
dan pemuda agar edukasi dan sosialisasi kusta lebih meluas. Semua itu untuk
meminimalisir isu dan stigma negatif akan kusta yang beredar.
Dengan demikian gaung akan kusta lebih banyak, meluas dan merata. Selain itu masyarakat paham kusta dan menekan isu negatif yang beredar agar hidup lebih berkualitas.
0 komentar:
Posting Komentar